Sabtu, 05 September 2009

DEFINISI, DAMPAK, SOLUSI GLOBAL WARMING

"Ihh... panas banget, Jakarta lagi nggak oke nih hari ini!" sahut oleh teman saya saat kami on the way pulang kerumah.

Sadarkah kalian kalau Jakarta lebih panas dibanding hari-hari yang ada pada tahun-tahun lalu????

Ini bukan panas biasa lho! Cari tahu penyebabnya!

Kalangan umum pasti sudah mengerti tentang pemanasan global atau yang sering dibicarain dengan sebutan global warming. Lebih detail nih pengertian tentang pemanasan global. Global Warming atau pemanasan global adalah proses perubahan alam atau iklim hal ini ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi akibat menipisnya lapisan ozon. Dewasa kini, hampir sebagian orang menuntut bahwa pernyataan tentang Indonesia Super Panas 2009 kini lebih dicondongkan karena akibat pemanasan global yang kini makin menjadi-jadi. Ada apa dengan Bumi dan pemanasan global? apakah mereka mendakwa manusia untuk lebih kreatif terhadap kepedulian akan Bumi mereka sendiri? Kenapa sih harus terjadi pemanasan global?



Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pemanasan global itu terjadi karena diakibatkan oleh efek rumah kaca atau Greenhouse effect. Gas rumah kaca terdiri dari karbon dioksida (CO²), metana (CH4), dinitro oksida (N²O) dan khloro fluoro karbon (CFC). Selain itu, juga terdapat gas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO²) dan nitrogen monoksida (NO). Gas-gas tersebut memiliki peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. Dalam perkara ini, CO² dianggap menjadi salah satu penyebab pemanasan global. Padahal, komposisi gas terbanyak di Bumi adalah nitrogen sebanyak 78%. Nah, bingungkan jadinya? Just relax, mari telusuri lagi tentang mengapa CO² menjadi salah satu penyebab terbesar pemanasan global ...



Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Karbon dioksida adalah gas yang dihasilkan antara lain oleh asap knalpot kendaraan, mesin industri, bahan penyemprot, pembakaran kayu, dan perubahan tata guna lahan. Namun hal ini dibantah oleh beberapa Ahli, bahwa gas CO² hanya memiliki kapasitas 0,013% di Bumi, secara logika, cakupan komposisi gas CO² di Bumi sedikit sekali bukan?



alt

Dinyatakan juga oleh beberapa ahli bahwa gas CO² jumlahnya semakin banyak dari tahun ke tahun kian menumpuk di lapisan atmosfer, hal ini menyebabkan sinar matahari yang masuk ke Bumi tidak dapat dipantulkan kembali ke angkasa. Sinar matahari yang terjebak yang menyebabkan suhu bumi memanas, hal ini dapat menyebabkan es di darah kutub mencair sehingga permukaan air laut naik dan dapat mengakibatkan banjir bandang, badai tropis, hal lain yang disebabkan oleh pemasan global seperti angin puting beliung, hingga kekeringan.



Apakah kalian memperhatikan Bumi kita akhir-akhir ini? Selama 10 tahun terakhir terjadi bencana dimana-mana di dunia. Angin keras, badai dan curah hujan naik secara signifikan dibelahan dunia sana , tetapi menurun drastic di bagian dunia yang lain. Secara global wilayah yang terkena dampak kekeringan meluas sejak tahun 1970-an. Penyakit yang disebabkan oleh vector meluas. Pendapat tahun 1980-an mengatakan situasi itu disebabkan alam yang berubah. Tetapi, para ilmuan yang tergabung dalam Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan, bukan alam yang berubah, tetapi akibat perbuatan manusia. Tentu ada peranan alam tetapi eksponensialnya adalah perbuatan manusia. Seluruh kegiatan manusia menghasilkan emisi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Komponen terbesarnya adalah Karbon Dioksida (CO²). Penebalan CO² di atmosfer seperti selimut yang menaikkan temperature muka bumi secara global. Jika terus naik, kemajuan yang dicapai akan hancur, dan yang lebih dahulu kena adalah kaum miskin, anak-anak dan orang tua di Negara berkembang. Kalau naiknnya lebih dari dua derajat Celcius, kehidupan ini berantakan. Ekosistem hidup pun akan mengalami kepunahan. Jika es di kutub mencair, permukaan laut bisa naik sampai empat meter. Kebayang gak kalian kalau masa depan Bumi seperti itu?



Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.



Sebenarnya, secara alamiah di alam, akibat adanya interaksi antara laut dan udara, jumlah energi panas yang ada di atmosfer dan di permukaan laut akan dapat dikontrol oleh mekanisme global conveyor belt. Lah kok, pasti dalam pikiran kita, kok ada lagi sih penyebab bumi memanas karena global conveyor belt bukankah hanya karena efek rumah kaca aja? Apa sih yang dimaksud global conveyor belt itu? Global conveyor belt adalah sirkulasi global yang berperan dalam mentransfer (memindahkan) energi panas dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui aliran udara dan air laut. Pola iklim di bumi diatur oleh mekanisme ini.



Pasti salah satu diantara kalian ada yang bertanya, "Apakah ada perbedaan pemanasan global dan efek rumah kaca???"

Dalam masalah terbesar ini, perbedaan yang mendasar pada pemanasan global dan efek rumah kaca adalah posisi kerja dalam panasnya bumi. Dalam kehidupan, kemunculan suatu masalah terdapat fakta sebab dan akibat. Dalam hal ini, pemanasan global diposisikan sebagai akibat sedangkan efek rumah kaca sebagai penyebabnya. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya perkumpulan emisi-emisi gas rumah kaca di atmosfir Bumi. Dikarenakan terjadinya proses kelebihan kandungan emisi-emisi gas rumah kaca tersebut mengakibatkan dunia secara global mengalami peningkatan temperatur yang diistilahkan pemanasan global.



Tak ketinggalan, saya ingin menyampai beberapa akibat-akibat akan adanya pemanasan global. Beberapa hal dibawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalian untuk lebih peduli dengan luka pada Bumi kini.



· Iklim dan cuaca mulai tidak stabil, seperti contoh bahwa temperatur pada malam hari akan meningkat dan daerah hangat akan menjadi lembab dikarenakan lebih banyak air yang menguap dari lautan dan kemungkinan juga akan menyebabkan banjir besar sehingga dapat membuat sebagian daratan di Bumi tenggelam.

· Peningkatan permukaan laut, hal ini dikarenakan pencairan es di kutub selatan dan kutub utara yang menyebabkan volume air laut meningkat sehingga menyebabkan tingginya permukaan air laut.

· Suhu global meningkat secara signifikan dan akan menjadi semakin ganas.

· Gangguan ekologis dan pergeseran ekosistem, banyak hewan maupun tumbuhan yang tidak cocok dengan keadaan lingkungan sekitarnya yang baru dengan pemanasan global, sehingga menyebabkan beberapa habitat dan populasi hewan akan berpindah ke tempat yang lebih baik dan memungkinkan bagi beberapa tipe spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru akan mengalami kepunahan.

· Dapat mengganggu kesehatan manusia. Hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan akibat dari pemanasan global akan menyebabkan banyaknya wabah penyakit. Misalnya seperti Kanker kulit yang disebabkan karena radiasi sinar ultraviolet secara langsung sampai ke Bumi dan merusak jaringan kulit manusia. Dan juga akan terjadi penyakit-penyakit lainnya, seperti Asma, Malaria, Diare, dll.



Setelah kita tahu apa dan mengapa pemanasan global itu, dan apa akibatnya jika Dunia benar-benar mengalami pemanasan global pada titik klimaks, pasti kita merasa "ketakutan" dengan semua hal itu bukan? Oleh karena itu, lakukan suatu hal yang bermanfaat untuk mengurangi dampak negatif pemanasan global itu penting. Kita harus berinisiatif untuk menanggulanginya dan untuk mengkiatkan semangat kita semua, kita juga harus mengidealkan ajakan "AYO" pada semua orang di Dunia. Jadi memang tak ada salahnya untuk membuat suatu aksi yang positif. Setidaknya dengan melakukan sesuatu yang mempunyai makna besar untuk Bumi yang kita cintai dan menjadikan Bumi sedikit lebih bersih dari polutan yang telah membuat manusia sesak nafas dan teracuni paru-parunya. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang katanya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya. Nah, berikut ini adalah macam-macam tindakan sederhana yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya:



· Stop penebangan hutan dan melakukan gerakan penghijauan. Sebagaimana yang kita sudah tahu, untuk mengurangi dampak polusi yang bercampur dengan CO2, kita harus melakukan penanaman pohon lebih banyak lagi, seperti contoh melakukan gerakan antisipasi Go Green dengan penanaman seribu macam pohon-pohonan.

· Jalani hidup sebagai Vegetarian, karena telah dibuktikan oleh beberapa Ahli, bahwa daging itu memiliki pengaruh dalam pasokan jumlah emisi gas-gas rumah kaca.

· Pengubahan tren penggunaan bahan bakar fosil, karena dengan secara tidak langsung dapat mengurang melepasnya CO2 ke udara. Oleh karena itu, kurangi konsumsi BBM, seperti program yang kini sedang diantisipasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta yakni adanya pelaksanaan program Car Free Day (Hari bebas kendaraan!)

· Gunakan produk yang ramah lingkungan, seperti contoh bagi kalangan pelajar atau pebisnis yang sering menggunakan laptop, gunakanlah laptop yang ramah lingkungan dan yang tidak dapat menambah masalah pemanasan global.

· Kurangi penggunaan/pembelian barang-barang yang terbuat dari plastik karena hampir semua sampah plastik akan menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar dan dapat mencemarkan lingkungan.

· Penghematan dalam pemakaian air dan pemakaian energi listrik.

· Jangan terlalu banyak menggunakan bahan-bahan yang mengandung aerosol.

· Sebagai tambahan, Kampanye-kan program gerakan stop global warming! Biar semua orang lebih peduli dengan Bumi kita.



Kita sebagai mahkluk hidup yang menjajaki Bumi sudah sekian lama, tentulah kita harus menjajaki sikap kepedulian kita pula terhadap Bumi yang telah menjadi rumah kita hingga saat ini. Kita harus bersama tanggulangi perkara ini. Melakukan hal positif itu tidak merugikan kita bukan? Oleh karena itu, mungkin beberapa tindakan sederhana seperti yang telah disebutkan diatas dapat membuat kita lebih peduli terhadap Dunia yang sedang menangis ini. Ayo kita tanami kepedulian terhadap keselamatan Bumi kita, jangan biarkan Bumi kita hancur oleh karena tangan kita sendiri. Karena kalau bukan kita sebagai manusia yang melindungi dan melestarikannya, siapa lagi?

Talkless, Do More! Let's Save Our World!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar